Awas Kutu Anjing atau Kucing
- Awas Kutu Anjing atau Kucing
- Penanggulangan Kutu Kucing
Seorang remaja putri datang ke klinik hewan saya dan mengeluh tentang Shih Tzu (sejenis anjing mainan)-nya menderita penyakit kulit. Gadis itu takut tertular penyakit kulit dari anjing kesayangannya. Saya menemukan peradangan kulit yang terjadi pada hampir seluruh badan anjing. Anjing yang seharusnya menarik pun saat itu terlihat gemetar dan amat menderita. “Apa penyakit kulit anjing saya dapat menulari manusia, Dok?” tanya gadis itu.

Sebagai dokter hewan, saya sering menjumpai kasus penyakit kulit pada hewan kesayangan yang biasanya lebih banyak dijumpai pada anjing, kucing liar, atau hewan peliharaan yang kurang mendapat perawatan. Penyakit kulit akan amat menjengkelkan baik bagi hewan maupun pemiliknya, dan dapat menjadi penyakit kambuhan bila tidak ditangani serius. Orang biasanya akan menelantarkan hewan kesayangannya bila penyakit kulit yang sebenarnya bisa disembuhkan, karena tidak segera ditangani dengan benar, justru menyebabkan komplikasi lebih parah.
Biasanya, sebelum penyakit kulit terjadi, lebih dahulu hewan terkena kutu yang tidak diketahui pemiliknya. Serangan kutu ditandai dengan seringnya hewan menggaruk-garuk badan. Ini tentu saja menyebalkan, bukan hanya bagi pemilik, tetapi juga hewan sendiri.
Kutu termasuk parasit di luar tubuh (ektoparasit) yang perlu dikontrol rutin oleh pemilik hewan. Mengapa? Karena kutu akan mengisap darah hewan yang ditumpangi, dengan cara merusak pembuluh darah terkecil (kapiler). Bagi hewan yang sensitif, rusaknya kapiler darah dan sekresi ludah kutu (yang mengandung neurotoksin) akan menimbulkan reaksi alergi, sehingga hewan bersangkutan akan memperlihatkan gejala kegatalan kulit. Hewan yang memiliki cukup banyak kutu akan menggigit-gigit, menggaruk-garuk serta menggosok kulitnya sehingga merusak lapisan luar kulit (epidermis) yang kemudian menimbulkan kerusakan (iritasi) pada kulit. Iritasi ini dapat meluas menjadi bentuk peradangan kulit yang bila tidak segera diobati akan menghasilkan bentuk klasik berupa rontoknya rambut yang secara nyata diikuti kebotakan dan penebalan kulit (hiperkeratosis). Akibatnya, selain kulit hewan kesayangan menjadi buruk dan rusak, iritasi lokal kulit akan menimbulkan infeksi yang mempermudah masuknya kuman penyakit seperti virus, jamur, parasit, dan infeksi bakteri.
Akibatnya, hewan menjadi tidak tahan terhadap penyakit, karena isapan darah oleh kutu dapat menyebabkan anemia, berat badan menurun, dan mengurangi nafsu makan selain mengganggu kegembiraan hewan itu sendiri.
Karena itu, bila anjing atau kucing memperlihatkan gejala kegatalan, sebaiknya kita mewaspadai adanya serangan kutu. Sebaiknya kita segera memisahkan anjing dan kucing yang terserang kutu itu dari yang sehat, karena ada beberapa jenis kutu hewan yang dapat terbang jauh dan menulari hewan kesayangan lainnya.
silakan baca juga:
- Kenali Bahaya untuk Kucing Anda Artikel ini akan memberitahukan kepada Anda, benda-benda rumah tangga apa ...
- Choco yang sering berganti Nama Hani memiliki seekor kucing Persia betina tiga warna yang diperolehnya ...
- Indonesia Cat Association (ICA) Sejarah ICA April 2003 ICA dibentuk di Jakarta, pada awalnya (2003) beranggota ...
- Menangani Kucing Stress Seekor kucing yang sedang sakit dapat bereaksi terhadap tekanan atau ...
- Rahasia Kucing Minum Pernahkah kamu memperhatikan cara kucing minum? Yup! Dengan menggunakan lidahnya. Gerakan ...
- Kelebihan-Kelebihan Kucing Kucing memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh hewan lainnya. ...
t e r b a r u
- Choco yang sering berganti Nama
- Choco | Gallery
- Awas Kutu Anjing atau Kucing
- Kenali Bahaya untuk Kucing Anda
- Karakteristik Kutu pada Kucing
- Cara Merawat Kucing
- Penanggulangan Kutu Kucing
- Pelihara Kucing Jauhkan Sakit Jantung
- Kelebihan-Kelebihan Kucing
- Fidel, Kucing yang hobi ke Perpustakaan
- Ternyata Kucing Bisa Mengelabui Tuannya
- Kucing Bernama Bola
- Karakter Kucing
Most Read
- Tips Memandikan Kucing
- Memberi Makan Kucing Yang Sedang Sakit
- Tanda-tanda Kucing yang Sakit
- Cara Merawat Kucing
- Yang Perlu Diketahui Pemelihara Kucing
- Menangani Kucing Stress
- Awas Kutu Anjing atau Kucing
- Panduan Makan & Minum untuk Kucing Anda
- Penanggulangan Kutu Kucing
- Dua Tahun Tempuh 3.200 Km, Kucing Temukan Rumah Majikan
- Toxoplasma Tak Selalu dari Kucing
- Karakteristik Kutu pada Kucing
- Manfaat Memandulkan Kucing Anda
- Pelihara Kucing Jauhkan Sakit Jantung
- Diare pada kucing
Tags
adopsi kucing alergi Asosiasi diare Indonesia Cat Association Indonesia Pecinta Kucing Informasi IPK kebiri kesehatan Keterampilan Kliping Krafty Kucing Lokal Kucing Minum Kucing Pembaca Kucing Sahabat Kita kucing sakit kutu kucing Lidah Kucing Nama Kucing ochan penyakit pada kucing perawatan kucing Perilaku Kucing Perkumpulan Pencinta Kucing Sterilisasi Sterilisasi Kucing Susu toilet-training toxoplasma
c a t q u o t e
Cats as a class, have never completely got over the snootiness caused by that fact that in Ancient Egypt they were worshipped as gods. -Â P G Wodehousek a t e g o r i
- Artikel (11)
- Cats Gallery (4)
- Dari Anda (1)
- Kebiasaan (1)
- Kesehatan (12)
- Organisasi (2)
- Pengalaman (2)
- Perawatan (5)
- Perilaku (8)
- Quotes (23)
serial
- In Memoriam (1)
- Kucing Pembaca (3)
- Membasmi Kutu Kucing (2)





