This entry is part 7 of 14 in the series Kucing Pembaca

Saya punya dua kucing. Yang belang tiga namanya Manis, yang abu-abu namanya Wushu. Dua-duanya betina. Suatu hari kedua kucing saya hamil bareng. Wushu melahirkan duluan. Anaknya dua ekor, mestinya tiga, tapi kayaknya dimakan sama induk jantannya deh. Soalnya tiba-tiba lenyap dari kardus tempat Wushu melahirkan.

Manis juga melahirkan. Tapi anaknya cuma satu. Saya gak tau dimana dia melahirkan tapi Manis merepotkan saya dengan melahirkan di plafon rumah dan tidak mau di kardus yang saya sediakan. Sampai akhirnya saya mendengar suara meongan kucing kecil, saya baru tahu kalau anak si Manis ada di plafon rumah. Waktu saya naik ke atas, saya cuma menemukan satu anak kucing kecil kurus yang warnanya kuning, lalu saya bawa turun.

Manis ini ternyata tidak terlalu suka mengurus anaknya. Sebab dia jarang sekali berada di dekat anaknya dan selalu keluyuran berbeda dengan Wushu dan kedua anaknya yang berbulu abu-abu dan hitam putih. Wushu lebih sering bersama-sama anak-anaknya dan sering menyusui. Saya kasihan dengan anak si Manis yang masih sangat kecil tapi jarang sekali diperhatikan induknya.

Karena kasihan dengar si Kuning (langsung saya beri nama) ini mengeong-ngeong lirih kelaparan, saya mengangkat si Kuning anak si Manis ini mendekat ke Wushu. Pikir saya mudah-mudahan Wushu mau menyusuinya. Tapi saya juga agak khawatir Wushu akan menolak atau malah mencakarnya.

Kuning mungkin mencium bau susu yah, karena dengan keterbatasan gerakannya Kuning mencoba mendekati puting susu Wushu. Saya masih mengamati reaksi Wushu. Ternyata Wushu tidak menolaknya bahkan Wushu merobah posisi duduknya menjadi tiduran supaya Kuning juga leluasa menyusui bersama kedua anaknya.

Wah, saya terharu sekali lho! Ternyata induk kucing pun punya rasa keibuan yang besar. Akhirnya Kuning memang terus diasuh Wushu. Dan waktu si Manis datang dia acuh tak acuh saja sama si Kuning. Jengkel juga saya, pengen rasanya jentik kupingnya. Akhirnya jatah makan si Manis saya kurangi dan saya berikan ke Wushu sebab Wushu kan harus menyusui. Kalau Manis juga kayaknya pinter cari makan sendiri dengan kelayapan kemana-mana.

Nariman
nrchee@xxx.com

Artikel ini sudah dibaca: 4756 kali.

Artikel pada Serial ini:Dagu: Tidur Mesti Pakai BantalMiki si Kucing Yang Hobinya Kabur