Tahukah anda, bahwa sejak Januari 2011, Pemerintah Propinsi Jakarta mengadakan program sterilisasi gratis?

Alasan diadakannya sterilisasi gratis ini sendiri adalah untuk menekan laju pertumbuhan kucing. Banyak pemilik kucing yang akhirnya membuang anak-anak kucing yang baru dilahirkan karena hewan tersebut memang mudah berkembang biak. “Ini membuat lingkungan kotor,” jelas Kepala Balai Kesehatan Hewan dan Ikan DKI Jakarta, Naniek Susetijoharti.

Belum lagi ancaman rabies yang dapat ditularkan melalui gigitan hewan berbulu ini. “DKI Jakarta sudah bebas dari hewan rabies sejak Oktober 2004, namun dikelilingi oleh wilayah endemi rabies. Karena itu upaya pencegahan terus dilakukan,” kata Naniek. Vaksinasi dan karantina terhadap anjing penggigit pun masih diteruskan.

Selain kucing, Naniek mengatakan pihaknya masih tetap memberikan layanan sterilisasi pada anjing dan kera, namun tidak gratis. “Karena tingkat reproduksinya tidak secepat kucing,” kata Naniek.

Naniek mendorong agar masyarakat memanfaatkan kesempatan sterilisasi gratis ini. Karena, lanjut Naniek, ada keuntungan yang diperoleh pemilik setelah sterilisasi dilakukan selain bebas dari beban mengurus anak kucing. “Kucingnya tambah gendut dan lucu. Tidak kalah dengan kucing anggora,” ujarnya berpromosi.

Kucing yang akan disterilisasi ini harus memenuhi tiga syarat, yaitu bukan kucing liar, berbadan sehat, dan berusia minimal 8 bulan.

Masyarakat dapat menghubungi nomor telepon (021) 78842364 untuk mendaftar.

Artikel ini sudah dibaca: 5899 kali.

Artikel Lainnya: