Our website use cookies to improve and personalize your experience and to display advertisements(if any). Our website may also include cookies from third parties like Google Adsense, Google Analytics, Youtube. By using the website, you consent to the use of cookies. We have updated our Privacy Policy. Please click on the button to check our Privacy Policy.

Pikir Dua Kali Sebelum Tidur Bersama Kucing

Tidur bersama kucing

Saat malam hari, banyak anak kecil yang senang tidur bersama-sama dengan kucingnya. Tetapi sebelum Anda mengizinkan anak Anda untuk tidur bersama-sama dengan kucing, pertimbangkan dulu sisi keamanan dan kesehatannya.

Jangan pernah membiarkan kucing Anda tidur bersama-sama bayi atau balita yang baru saja belajar berjalan, karena dapat melukainya. Jika anak Anda sudah agak besar, perhatikan kebiasaan tidurnya. Kebiasaan sering bergerak kesana kemari selagi tidur dapat membuat takut kucing Anda. Dan apabila ia merasa terganggu, ia bisa menggeram atau bahkan mencakar dan menggigit anak Anda.

Satu hal lagi yang harus diperhatikan apabila anak Anda memiliki kebiasaan bangun tengah malam, maka ini juga dapat mengganggu tidur kucing Anda. Akibatnya bisa saja kucing Anda menjadi kesal dan menyerang anak Anda.

Perangai atau watak kucing Anda juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan, karena hanya kucing yang tidak agresif sajalah yang boleh dipertimbangkan untuk menjadi teman tidur anak Anda. Untuk diketahui bahwa kucing tidak tidur sepanjang malam karena kecenderungan mereka untuk bangun tidur menjelang fajar atau sekitar pukul 4 atau 5 pagi. Setelah mereka terbangun, kucing Anda ingin bermain. Apabila hal ini bukanlah tugas dan kebiasaan normal anak Anda, maka tidur secara terpisah adalah solusi yang terbaik.

Anak-anak kucing sangat senang bermain. Mereka akan mengejar segala sesuatu yang bergerak dan apabila yang menjadi obyek buruannya itu adalah tangan atau kaki anak Anda yang sedang tidur nyenyak, maka anak Anda bisa terbangun dari tidurnya.

Baca:  Tips Hindari Toksoplasmosis

Pertimbangan kesehatan lainnya adalah seringkali cacing usus yang terdapat dalam perut anak kucing menyebabkan mereka terserang diare. Tanpa induknya, anak kucing seringkali tidak tahu bagaimana membersihkan bagian bokong mereka, dan akhirnya anak Anda harus tidur dengan anak kucing yang bokongnya kotor.

Walaupun kucing dewasa rajin membersihkan diri, jangan lupa bahwa hampir semua tempat sampat bagi seekor kucing pada dasarnya adalah toilet. Jadi apabila Anda mengizinkan kucing Anda untuk tidur bersama, maka sebelum pergi tidur Anda harus membersihkan kucing Anda terlebih dahulu.

Pada beberapa anak, bisa jadi mereka alergi terhadap kucing terutama bulu-bulunya. Untuk anak Anda yang alergi, maka menjauhkan kucing Anda darinya adalah tindakan yang paling tepat.

Tempat tidur terpisah

Memang menyenangkan untuk tidur dekat dengan kucing kesayangan Anda. Tetapi sangat dianjurkan untuk Anda menyediakan tempat tidur yang terpisah atau tersendiri bagi kucing Anda. Tempat tidur ini dapat Anda letakkan dekat tempat tidur Anda atau anak Anda. Pastikan untuk menempatkan tempat tidur kucing Anda di salah satu bagian kamar yang cukup jauh dari tempat tidur anak Anda, sehingga jika anak Anda terbangun tengah malam maka ia tidak akan turun atau mengganggu kucingnya karena hal ini dapat menyebabkan kucing Anda mencakar atau menggigit anak Anda.

Pada dasarnya tidur bersama dengan kucing Anda adalah pilihan Anda sendiri dengan mempertimbangkan berbagai sisi negatif yang mungkin saja bisa terjadi pada Anda atau anak Anda.

Baca:  Diare pada kucing

Artikel ini sudah dibaca: 24932 kali.

By Kiky

8 Comments

  • mantap sudah,, saya punya 20 kucing dulu… tapi wktu bayii ilang 1 per satu ,,, sekarang tinggal 5

  • kucing saya ga pernah nyakar walau tengah malem saya bangun yang ada dia coba tidur lagi
    mestinya tambahin 1 lagi sisi bahayanya kalau yang tidur suka guling2 hati hati kucing kegencet dan mati

  • Apa bnar klo orang dewasa tidur sama kucing bisa mengakibatkan impotensi?????
    Atau ada nggak gangguan2 kesehatan lain yg diakibatkan oleh bulu kucing????

    • Kalau ada alergi dengan bulu-bulu kucing, sebaiknya jangan tidur satu bed dengan kucing. Kalau tidak ada alergi, sepanjang kebersihan bulu kucing bisa kita jaga, aman-aman saja.

    • Tentu saja tidak. Kenapa banyak yang mikir, kucing bisa menyebabkan kemandulan ya?

Sharing Time!

Related Posts

  • Guna Cakar Pada Kucing

  • Cara Memandikan Kucing Yang Sedang Sakit

  • Perilaku Kucing Yang Unik

  • Tips Traveling dengan Kucing

Discover more from KittyKrafty.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading