Category: In Memoriam

In Memoriam : Minoe Spicy Farlene

Spicy pernah sekarat karena penyakit otak menyerangnya. Tapi dia tetap tegar. Spicy sering membawakan ”mainan” untuk anaknya. Seperti belalang dan bermacam binatang kecil lainnya. Tempat mojoknya ada di sudut kamar saya yang hangat.

Kesya kucing Fitri

In Memoriam : Kesya

Banyak banget cerita Kesya buat saya yang bikin saya kangen banget sama kucing saya yang satu ini, sayangnya dia udah gak ada, selamat jalan Kesya, semoga kita ketemu lagi di lain kehidupan.

In Memoriam : Ginger

Setengah jam kami menungguinya dan menatap matanya yang terus memandang ke arah kami, sampai nafasnya berhenti. Berhari-hari setelah kejadian itu kami masih terus diliputi kesedihan – mama bahkan menangis bila melihat tempat mangkal Ginger di dapur, atau bila ia menggoreng ikan kesukaan Ginger.

In Memoriam : Empus

Saya tertegun melihat Empus kejang-kejang, dan akhirnya diam sama sekali. Saya menangis seharian. Sewaktu saya melihat Rocky, saya teringat Empus. Saya berjanji pada Empus, saya akan merawat Rocky sebaik-baiknya.

Push kucing Al Idrus

In Memoriam: Push

Saya merasa iba dengan kucing yang terlihat kelaparan di depan rumah. Saat itu ada luka di hidungnya dan di atas kepalanya. Hampir tiap hari ia dengan wajah yang melas, meminta makan.

Euthanasia

Saya tahu, pilihan saya benar. Tapi tetap saja terasa salah. Saya membebaskannya dari rasa sakit. Tapi saya yang membunuh kucing itu.