This entry is part 1 of 2 in the series Penyakit Kucing

Minggu ini bisa dibilang minggu yang berat buat saya. Empat ekor kucing, yang terdiri dari dua anak kucing dan dua kucing di atas satu tahun mati.

Satu kucing dewasa, Binbin dan dua ekor anak kucing, SiBoo dan SiSmoo, kematiannya begitu mendadak. Tidak sampai 24 jam begitu gejala awal, tidak mau makan, timbul, mereka mati. Akan tetapi Bola, setelah mendapat perawatan dari dokter, akhirnya menyerah di hari ke empat.

Menurut beberapa literatur yang saya baca, ternyata kucing-kucing saya terkena Feline Panleukopenia atau Distemper atau radang usus jahat, karena virus ini menyerang usus, sampai rusak.

Penyakit ini merupakan penyakit umum pada hewan piaraan termasuk kucing dan anjing, namun tingkat penularan penyakit ini terhadap sesama binatang (kucing dengan kucing, atau anjing dengan anjing) sangat tinggi, dan dapat berakibat fatal. Diperkirakan sebesar 25 – 90 persen kucing yang terkena akan berakhir dengan kematian. Terutama jika menyerang anak kucing, atau kucing yang belum divaksinasi.

Virus ini bisa menyebar melalui udara, makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Bila dalam satu rumah terdapat satu kucing yang terserang distemper, maka air liur, kotoran, kencing dan muntahnya mengandung virus, yang dapat dengan cepat menulari kucing lain yang sehat.

Tanda-tanda Distemper pada Kucing

Tanda-tanda awal kucing terkena distemper sangat membingungkan, yaitu kucing tidak mau makan. Padahal dalam beberapa kondisi pun kucing akan “berpuasa”.

Akan tetapi, kucing yang terkena distemper akan segera memperlihatkan kelainan, seperti lesu berlebihan. Hal ini disebabkan oleh demam tinggi yang dialaminya. Kemudian muntah. Dan kemudian badan tampak kaku, yang disebabkan karena kerusakan usus akibat virus itu membuatnya kesakitan. Kadang-kadang disertai diare.

Tanda-tanda lain, terutama bagi kucing yang masih dapat berjalan adalah dia akan mencari tempat dingin, seperti kamar mandi yang basah. Kucing itu akan tampak seperti ingin minum tapi tidak bisa minum. Atau minum, dan kemudian muntah lagi.

Pencegahan Distemper

Vaksinasi panleukopenia sudah bisa diberikan pada kucing berumur 8-16 minggu dengan interval 4 minggu. Lalu dianjurkan dilakukan pengulangan vaksinasi satu tahun sekali. Pada kucing berumur 6 bulan atau lebih yang belum pernah divaksin, bisa langsung dilakukan, dan diulang satu tahun sekali.

Bersihkan semua tempat, kain, tempat makan minum yang sekiranya terkontaminasi virus dengan cairan desinfektan untuk meminimalisir penularan pada kucing lain.

Penanganan Distemper

Mintalah dokter hewan memberikan infus cairan elektrolit, jika anda mencurigai kucing anda terkena distemper. Pengobatan sekundernya adalah dengan memberikan antibiotika dan vitamin B Komplek.

Seandainya saya memaksa dokter melakukan itu, mungkin Bola masih ada 🙁

Artikel ini sudah dibaca: 20986 kali.

Artikel pada Serial ini:

Artikel Lainnya: