Author: Marissa Anggraini

In Memoriam : Minoe Spicy Farlene

Spicy pernah sekarat karena penyakit otak menyerangnya. Tapi dia tetap tegar. Spicy sering membawakan ”mainan” untuk anaknya. Seperti belalang dan bermacam binatang kecil lainnya. Tempat mojoknya ada di sudut kamar saya yang hangat.

Kesya kucing Fitri

In Memoriam : Kesya

Banyak banget cerita Kesya buat saya yang bikin saya kangen banget sama kucing saya yang satu ini, sayangnya dia udah gak ada, selamat jalan Kesya, semoga kita ketemu lagi di lain kehidupan.

Hobi Darling: Kelayapan & Tidur Telentang

Nur pulang ke rumah seminggu sekali, tiap hari Sabtu. Tiap Sabtu sore ketika Nur sampai di rumah, Darling pun sudah ada di rumah menyambut kedatangan Nur. Padahal tiap Nur berangkat ke Yogya, maka Darling pun juga berangkat pergi entah kemana dan baru pulang tiap Sabtu sore ketika Nur pun sudah sampai di rumah!

Membangunkan tiap pagi

Setelah sekarang saya banyak pekerjaan yang harus dikerjakan sampai malam, akhirnya saya sering bangun kesiangan. Dan Bandit tampaknya tidak mau jatah susunya ikut terlambat, oleh karena itu setiap pagi jam tujuh, Bandit selalu masuk kamar saya dengan menggigit piring susunya lalu melompat ke atas tempat tidur dan menjilat-jilat muka saya.

Mengasuh Anak Kucing Lain

Wah, saya terharu sekali lho! Ternyata induk kucing pun punya rasa keibuan yang besar. Akhirnya Kuning memang terus diasuh Wushu. Dan waktu si Manis datang dia acuh tak acuh saja sama si Kuning. Jengkel juga saya.

Kucing menggaruk dan mencakar

Menggaruk cakar di tempat khusus

Meredian suka menggaruk cakarnya di mana saja. Di sofa, lemari buku, tempat tidur, pokoknya segala tempat yang rada kesat pasti sudah dipenuhi cakaran Mere. Setiap Mere mau mencakar di tempat-tempat terlarang, selalu saya larang dengan ucapan yang sama, “Jangan cakar disitu!” Lalu Mere saya angkat di punuk lehernya kemudian saya pindahkan ke tempat yang sudah saya sediakan, kayu lunak untuk digaruk-garuk dengan cakarnya.

Ochan si jago karate

Kenalkan nama kucing yang sedang santai ini, Ochan. Ochan ini kucing jantan yang dimiliki oleh Adhit. Di rumah, Ochan ini bikin Adhit puyeng karena hobi “karatenya”.

In Memoriam : Ginger

Setengah jam kami menungguinya dan menatap matanya yang terus memandang ke arah kami, sampai nafasnya berhenti. Berhari-hari setelah kejadian itu kami masih terus diliputi kesedihan – mama bahkan menangis bila melihat tempat mangkal Ginger di dapur, atau bila ia menggoreng ikan kesukaan Ginger.

In Memoriam : Empus

Saya tertegun melihat Empus kejang-kejang, dan akhirnya diam sama sekali. Saya menangis seharian. Sewaktu saya melihat Rocky, saya teringat Empus. Saya berjanji pada Empus, saya akan merawat Rocky sebaik-baiknya.

Push kucing Al Idrus

In Memoriam: Push

Saya merasa iba dengan kucing yang terlihat kelaparan di depan rumah. Saat itu ada luka di hidungnya dan di atas kepalanya. Hampir tiap hari ia dengan wajah yang melas, meminta makan.

In Memoriam : Maharani

Saya mendekatinya perlahan dengan sangat ketakutan. Saya tahu apa yang terjadi, tapi saya tidak ingin tahu seberapa parah luka yang dideritanya. Dengan menguatkan hati, saya melihatnya.