This entry is part 9 of 14 in the series Kucing Pembaca

Suatu hari ketika lewat di sebuah gang di perkampungan saya melihat seekor anak kucing yang mengikuti seorang anak SD yang pulang sekolah.

Melihat anak kucing tersebut timbul rasa iba ingin merawatnya. Anak kucing itu berwarna putih dan hitam, tampak kurus dan jalannya sempoyongan, mungkin belum ada satu bulan.

Saya diberitahu anak SD tersebut bahwa di seberang jalan ada satu ekor lagi. Bergegas saya menghampirinya ternyata ada seekor lagi berwarna “kembang asem”. Akhirnya 2 ekor anak kucing tersebut saya bawa pulang ke rumah sebagai hadiah untuk anakku tercinta “Lia”, yang suka sekali dengan kucing.

Yang warna hitam putih saya beri nama “Molly”, sedangkan yang “kembang asem” saya beri nama “Poppy”.

Mulanya saya tidak mempunyai kandang kucing, hanya kardus yang tinggi untuk meletakkan 2 ekor kucing tersebut.

Tetapi suatu malam si Poppy menghilang, entah kemana sampai 2 hari tak kembali, tetapi menjelang pagi di hari ketiga Poppy pulang dengan keadaan luka di paha kanan robek, hampir satu bulan aku merawat sendiri Poppy yang terluka itu. Hingga akhirnya sembuh.

Akhirnya saya carikan kandang kucing bekas agar kucing tersebut tidak hilang lagi.

Yang jadi keheranan saya adalah ketika saya lupa memasukkan kucing tersebut, kedua kucing tersebut setia menanti di depan pintu rumah dan tidak keluar pagar, seperti kebanyakan kucing lainnya yang suka “dolan” sampai jauh.

Sekarang kucingku yang lucu sudah berumur 7 bulan.

Nugroho Adi santosa
noeg_13@xxx.xxx.xxx

Artikel ini sudah dibaca: 4954 kali.

Artikel pada Serial ini:Miki si Kucing Yang Hobinya KaburAnak Baru si Kucing Rani