Cegah Alergi Pada Anak Dengan Memiliki Hewan Peliharaan

Salah satu jenis alergi yang cukup banyak dialami oleh anak-anak hingga dewasa adalah alergi pada kucing. Alergi pada kucing biasanya paling umum disebabkan oleh protein dalam bentuk serpihan kulit kucing, bulu-bulu kucing dan air liur yang mempengaruhi sekitar 40% penderita asma.

Alergi pada kucing atau hewan lain biasanya akan dirasakan oleh penderitanya dengan gejala-gejala seperti bersin-bersin saat dekat dengan kucing, juga bisa berupa mata yang terasa gatal dan ruam kulit.

Alergi sendiri adalah respons sistem imun tubuh terhadap zat yang disebut sebagai alergen. Untuk orang yang tidak memiliki alergi, sistem imun tubuhnya tidak bereaksi terhadap alergen. Tapi untuk orang yang memiliki alergi tersebut itu lah yang akan mengalami gejala-gejala alergi saat berdekatan dengan pemicu alerginya.

Sehingga biasanya yang dilakukan oleh penderita alergi tertentu adalah menjauhi segala sesuatu yang akan memicu reaksi alergi pada tubuhnya. Dan hewan peliharaan, seperti kucing, adalah salah satu pemicu alergi sehingga tidak ada cara lain untuk penderita alergi selain berusaha sedapat mungkin tidak mendekati hewan peliharaannya.

Namun ternyata ada studi yang membuktikan bahwa anak-anak dari orang yang memiliki hewan peliharaan akan cenderung tidak memiliki alergi pada hewan. Studi tersebut menunjukkan bahwa tahun pertama dalam kehidupan anak adalah masa dimana tubuh sedang membangun sistem pertahanan tubuh, termasuk terhadap alergi. Anak-anak yang sedari kecil telah memiliki kontak dengan hewan peliharaan seperti kucing akan dapat mencegahnya mengalami alergi di kemudian hari.

Baca:  Kucing Langka : Sand Cat - Felis Margarita

Hasil studi ini telah dipublikasikan di jurnal Clinical & Experimental Allergy. Dalam studi ini para ahli mengambil sampel darah dari 600 peserta yang berusia 18 tahun dan membandingkan tingkat antibodi terhadap alergen kucing dan anjing kepada peserta yang memiliki hewan peliharan dan peserta yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Terlihat dari hasil pengamatan, bahwa remaja yang melakukan kontak dengan hewan peliharaan sejak tahun tahun pertama kehidupannya memiliki peluang 50% tahan terhadap alergi kucing atau anjing dibandingkan remaja yang tidak memiliki hewan peliharaan sedari kecil.

Mengekspos atau mendekatkan anak dengan hewan peliharaan seperti kucing di rumah mungkin bisa mengurangi resiko alergi, demikian penjelasan Ganesha Wegienka dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Henry Ford Hospital di Detroit seperti dilansir Telegraph pada Rabu 15 Juni 2011.

Menurutnya penelitian ini membuktikan bahwa paparan hewan peliharaan seperti kucing di awal kehidupan anak-anak, tidak membuat mereka menjadi beresiko alergi terhadap hewan tersebut di kemudian hari.

Bagi kamu yang memang sudah mengidap alergi pada kucing dan tetap ingin memelihara kucing, harus sangat berhati-hati saat berdekatan dan menyentuhnya. Kamu bisa mencoba mengenakan masker untuk mencegah menghirup serpihan kulit atau bulu kucing.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa sistem kekebalan tubuh dapat dilatih untuk mengenali alergen kucing dan tidak bereaksi berlebihan. Namun proses ini akan makan waktu bertahun-tahun dan sangat lama. Sementara itu apakah kamu bisa tahan dengan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh reaksi alergimu ini?

Baca:  Casper si Kucing Penumpang Bus Kota Yang Kisahnya Dibukukan

Apakah ada teman-teman yang memiliki pengalaman alergi pada kucing namun tetap bisa memelihara kucing di rumah? Please share ya…

Artikel ini sudah dibaca: 6970 kali.

By Marissa Anggraini

1 Comment

  • Ak mau nanyaa, ‘ aku punya alergi terhadap Bulu hewan .. Tapi, sejak aku melihara, Kucing persia blasteran himalayaa alergiku gak pernah balik lagi, kok bisa ya?’ sama ‘kucingku berumur 3 bulan .. Kata dokter udh blh di grooming .. Tapi aku bingung .. Gimana cara mandiin di rumah sendiri??’

Related Posts

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.